Keutamaan Bersedekah Secara Sembunyi-sembunyi

Al-Qur'an Surat Al-Baqarah Ayat 271. Dalil keutamaan bersedekah yang dilakukan secara rahasia.

Keutaman Bersedekah Secara Rahasia Dibanding Secara Berterang


Bersedekah dalam syariat Islam sangat dianjurkan bagi setiap muslim karena efeknya yang sangat bagus dari segi sosial. Artinya dengan membiasakan sedekah ini maka hubungan sosial kemasyarakatan dapat berjalan harmonis. Kemungkinan terjadinya kesenjangan-kesenjangan yang dapat menimbulkan kedengkian dan kecemburuan di dalam masyarakat dapat diredam serendah-rendahnya.

Bersedekah artinya mengulurkan barntuan dari orang yang berlebih kepada orang yang membutuhkan. Bantuan atau sedekah yang diberikan dapat berupa uang, pangan, sandang, dan bantuan materi lainnya sehingga kelangsungan hidup orang-orang miskin dapat terjamin dan layak.

Apabila bersedekah ini menjadi kebiasaan di dalam masyarakat maka kerawanan-kerawanan sosial, seperti perampokan, pencurian, perzinaan, dan bentuk-bentuk kejahatan lainnya dapat segera teratasi dan diminimalisasikan.

Dilihat dari segi sipemberi sedekah, maka orang yang suka bersedekah akan terhindar dari kemiskinan, dijauhkan dari penyakit-penyakit yang berat dan sebagai penyembuh dari penyakit yang dirasakan, memanjangkan umur, mendapatkan ampunan dan rahmat dari Allah swt.

Hanya saja untuk mendapatkan keutamaan-keutamaan itu, sedekah harus dilakukan dengan ikhlas, tidak berat dan merasa senang mengeluarkannya. Dan akan lebih menyenangkan bagi orang yang menerima sedekah itu, apabila sedekah diberikan tidak dihadapan orang lain. Inilah cara bersedekah yang utama yang dianjurkan Allah dan Rasul-Nya.

Tentu saja memberikan sedekah di depan umum juga boleh, selama niatnya ikhlas lillahi ta’ala tetap akan berpahala. Hanya saja dikhawatikan hal itu dapat menimbulkan sikap riya’ dan sombong sehingga menghanguskan pahala yang ingin diraih. Bahkan bisa jadi mendapat dosa dan murka dari Allah swt.

Kenapa bersedekah secara sembunyi lebih diutamakan?


Ketahuilah setiap manusia itu memiliki sensitifitas emosional (perasaan) yang melekat pada dirinya. Sensitivitas emosional inilah yang nantinya akan memunculkan perasaan ego, sedih, senang, tersinggung, malu dan marah.

Karena itu bisa jadi orang yang kita kasih uang misalnya, didepan umum menjadi malu dan tersinggung, karena dia merasa kita anggap sebagai pengemis. Lain halnya kalau orang yang kita beri itu memang benar seorang pengemis, dijamin pasti dia akan merasa senang menerima pemberian kita.

Sensivitas inilah yang harus tetap kita jaga.

Coba sekarang Anda bayangkan, misalnya ada seseorang yang datang ke rumah meminta bantuan keuangan, perhatikan raut muka dan sikap tubuhnya, maka kelihatan sekali kalau orang itu kelihatan malu, kikuk, memelas dan ragu-ragu untuk menyampaikan maksudnya.

Memang sudah wajar orang yang memohon bantuan itu tidak akan bisa menyembunyikan sikap demikian, apalagi kalau orang tersebut tidak terbiasa memohon bantuan sedekah kepada orang lain.

Sekarang bayangkan bagaimana sikap orang itu, jika Anda memilih –karena ada sesuatu hal- untuk memberikan dia bantuan di hadapan orang-orang. Tentu dia akan lebih-lebih malunya bahkan mungkin orang itu akan menjadi tersinggung. Karena sama saja dengan Anda mengumumkan kemiskinannya di depan orang banyak. Walaupun mungkin ketika Anda memberikannya sedekah Anda memiliki niat yang tulus.

Jadi, Jika kita mampu memberikan sedekah secara sembunyi-sembunyi mengapa tidak mengambil cara ini.

Ada dua kebaikan yang akan kita peroleh dengan cara berahasia ini.

Pertama, kita dapat membantu dan meringankan orang tersebut, dan yang-

Kedua, kita mampu menyembunyikan perasaan memelasnya di hadapan khalayak ramai.

Allah Ta’ala berfirman:

"Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu memberikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan." (Qur’an Surat Albaqarah: 271).

Firman Allah dalam Surah al-Baqarah ayat 271 di atas merupakan dalil tentang utamanya memberikan sedekah secara sembunyi-sembunyi dan sekaligus dalil boleh memberikan sedekah secara berterang asal dilakukan dengan niat yang tulus.

Adapun hikmah yang sangat penting dari bersedekah secara sembunyi-sembunyi ini yang utama adalah untuk menjauhkan diri dari sikap riya’.

Ketahuilah, manusia dalam melakukan perbuatan baiknya cenderung ingin diketahui oleh orang lain, ada rasa yang mendorong supaya kebaikan yang akan dan telah dilakukannya ingin supaya dilihat orang lain. Jika perasaan itu ditampakkan inilah yang disebut dengan riya’.

Timbulnya riya’ dalam beribadah inilah yang harus dihilangkan dengan cara menekannya dan mengabaikannya setiap kali dorongan jelek tersebut terbersit dalam hati kita. Salah satunya dengan cara bersedekah secara rahasia.

Karena riya’ ini sangat berbahaya bagi pahala amal ibadah seseorang. Riya’ itu bagaikan api yang membakar dan menghanguskan pahala dari amalan baik yang kita lakukan. Bahkan riya’ itu dalam beberapa dalil digolongkan sebagai bentuk dari syirik kecil yang mengandung dosa besar dan menjeruskan ke dalam api neraka.

Kenapa riya' termasuk syirik?


Bukankah ibadah (bersedekah) itu semata-mata kita lakukan untuk mendapatkan faedah dari Tuhan. Kalau kita memamerkan ibadah sama saja dengan kita juga ingin mendapatkan faedah dari manusia, supaya disanjung, supaya begini dan begitu. Jadi dalam hal ini orang yang melakukan demikian sama saja dengan menyekutukan Tuhan.

Termasuk riya’ dalam bersedekah adalah menyebut-menyebut pemberiaannya agar orang lain mengetahuinya. Padahal sebelumnya dia bersedekah secara diam-diam, tetapi dia tidak tahan untuk tidak menceritakan sedekahnya kepada orang lain.

Perhatikan firman Allah Ta’ala berikut ini.

Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan ia tidak beriman kepada Allah dan Hari Kemudian. Maka, perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah. Kemudian batu itu ditimpa hujan lebat dan bersihlah ia (tanpa tanah lagi). Mereka tidak menguasai sesuatu pun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang kafir. (QS. Al-Baqarah: 264).

Kemudian dalam sebuah hadis yang sangat terkenal yang berbicara tentang sedekah sembunyi ini adalah sebagai berikut:

Nabi saw. bersabda, “Ada tujuh golongan manusia yang akan dilindungi Allah pada hari ketika tidak ada lindungan lain selain lindungan-Nya: pemimpin yang adil, pemuda yang terus beribadah kepada Allah, dua orang yang menjalin cinta karena Allah – bersatu karena Allah dan berpisah karena Allah, seseorang yang hatinya terus terkait dengan masjid sejak keluar hingga kembali lagi, seorang laki-laki yang diajak wanita cantik dan punya kedudukan, dan ia menjawab, ‘Aku takut kepada Allah, Tuhan alam semesta,’ dan seseorang yang bersedekah secara sembunyi-sembunyi sampai tangan kirinya tidak tahu apa yang diberikan tangan kanan.”

Nah itulah di antara uraian dan dalil kenapa kita harus bersedekah secara sembunyi-sembunyi. Semoga uraian ini cukup memadai untuk menjadi pedoman kita dalam mengulurkan kelebihan rezeki kita kepada orang-orang yang membutuhkan agar bermanfaat bagi kita di sisi Allah swt dan menjadi bekal yang sangat baik bagi kita di hari yaumil hisab kelak. Aamiin wal hamdulillah.

Baca juga: Pengertian Al-Hajru

Related Posts:

Disqus Comments
© 2018 KuNyoba - Template Created by goomsite - Proudly powered by Blogger