KERAGAMAN BENTUK MUKA BUMI

Keragaman Bentuk Muka Bumi


Di bumi terdapat berbagai keragaman bentuk atau relief bumi yang dapat kita temui.

Keragaman bentuk muka bumi ini tidak hanya terdapat di darat saja, tapi tampak juga keragaman ini di daerah perairan.

Keragaman kenampakan bumi di darat dan di perairan ini, disebabkan oleh tenaga bumi yang disebut tenaga endogen dan tenaga eksogen.

Apakah itu tenaga endogen dan tenaga eksogen?

Tenaga endogen adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi yang bersifat membangun permukaan kulit bumi. Contoh dari terbentuknya relief bumi akibat tenaga endogen ini adalah pembentukan pegunungan.

Tenaga endogen ini bersumber dari aktivitas magma yang terdapat dalam perut bumi, yang menyebabkan bergeraknya lempeng dan kerak-kerak bumi.

Tenaga eksogen adalah tenaga yang berasal dari luar bumi yang bersifat merusak bentuk permukaan bumi yang telah dibangun oleh tenaga endogen tadi.

Salah satu contoh dari tenaga eksogen ini, Pelapukan batuan.

Tenaga eksogen bersumber dari hujan, panas matahari, angin, aliran air, gerak massa batuan, dan sedimentasi.

Pengelompokkan Bentuk Muka Bumi


Kenampakan alam dari bentuk muka bumi secara umum dibedakan menjadi dua, yaitu: kenampakan alam di daratan dan kenampakan alam di perairan.

Berikutnya saya akan berikan masing-masing contoh dan penjelasan dari dua kelompok kenampakan alam tersebut.

1. Kenampakan Alam di Daratan


Kenampakan alam yang ada didaratan antara lain sebagai berikut.

a. Dataran Rendah

Bentuk muka bumi berupa dataran rendah ini memiliki ketinggian 0 - 200 m di atas permukaan laut (dpl).

Makhluk hidup, khususnya manusia memanfaatkan dataran rendah untuk lahan pertanian, perikanan, permukiman, dan peternakan.

Pada umumnya dataran rendah banyak terdapat di sekitar pesisir pantai.

Dataran rendah merupakan tempat diendapkannya material-material batuan hasil pelapukan, sehingga daerah dataran rendah umumnya bersifat subur.

b. Dataran Tinggi

Keragaman bentuk muka bumi berupa dataran tinggi ini, mempunyai ketinggian antara 200 - 500 meter dari permukaan air laut.

Dataran tinggi disebut juga plateu atau plato merupakan dataran luas uang bergelombang dan berbukit-bukit terletak pada ketinggian di atas 200 meter.

Dataran tinggi terbentuk sebagai hasil erosi dan sedimentasi.
(Kenampakan muka bumi: Dataran Tinggi Dieng Jawa Tengah)

Karena letaknya yang cukup tinggi dari atas permukaan air laut, dataran tinggi memiliki suhu udara yang sejuk dan cadangan airnya relatif sedikit.

Keadaan alamnya ini, menyebabkan penduduk yang tinggal di dataran tinggi memanfaatkannya untuk perkebunan maupun tempat peristirahatan.

Selain itu, dataran tinggi digunakan untuk menanam tanaman jenis sayur-sayuran dan buah-buahan.

Beberapa dataran tinggi antara lain Dataran Tinggi Dekkan, Dataran Tinggi Gayo, Dataran Tinggi Dieng, Dataran Tinggi Malang, dan Dataran Tinggi Alas.

Dataran tinggi dapat juga terbentuk oleh bekas kaldera luas yang tertimbun material dari lereng gunung sekitarnya. Contohnya Dataran Tinggi Dieng di Jawa Tengah.

c. Gunung

Gunung bentuk permukaan bumi yang ketinggiannya lebih dari 600 meter dari permukaan air laut.

Gunung merupakan permukaan bumi yang menjulang ke atas, di batasi lereng dan lebih tinggi dari daerah sekitarnya. Bagian tertingginya disebut puncak, sedangkan bagian terendah disebut kaki.

Gunung juga dapat dimanfaatkan oleh manusian untuk perkebunan, rekreasi atau olah raga. Di samping memiliki fungsi yang sangat penting, yaitu berfungsi melindungi dataran rendah dari angin besar.

Gunung di Indonesia dapat dibagi menjadi gunungapi dan bukan gunungapi.

Gunungapi di Indonesia ada yang aktif dan ada yang tidak aktif.

Jumlah gunung yang aktif di Indonesia ada empat ratus buah, antara lain Gunung Merapil, Gunung Cermai, Gunung Agung, dan Gunung Slamet.

d. Pegunungan

Pegunungan adalah kumpulan atau sekelompok gunung yang saling bersambung dan membentang. Pegunungan juga diartikan sebagai suatu jalur memanjang yang berhubungan antara satu puncak yang satu dengan puncak lainnya.

Pegunungan terbentuk pada waktu terjadinya gerak kerak bumi yang dalam dan luas. Oleh karena itu, daerah pegunungan biasanya luas.

Secara sederhana dapat dibedakan pegunungan tua dan pegunungan muda.

Pegunungan tua merupakan pegunungan yang relatif rendah dengan puncaknya yang relatif tumpul dan lerengnya landai.

Pegunungan muda pada umumnya tinggi dengan puncaknya yang runcing dan lerengnya relatif curam.

Pegunungan lipatan yang paling muda adalah hasil pengangkatan zaman tersier, Sirkum Mediterania dan Sirkum Pasifik.

Pegunungan dibedakan menjadi tiga macam sebagai berikut:

1. Pegunungan tinggi adalah pegunungan dengan ketinggian lebih dari 1.500 meter, misalnya pegunungan Jayawijaya di Irian Jaya.

2. Pegunungan menengah adalah pegunungan yang mempunyai ketinggian antara 500 - 1.500 meter.

3. Pegunungan rendah adalah pegunungan yang mempunyai ketinggian antara 200 - 500 meter.

Beberapa pegunungan di Indonesia, antara lain Pegunungan Dieng (Jawa Tengah), Sewu (Yogyakarta), Schwaner (Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah), Siunandaka (Sulawesi Utara), Utimbela (Gorontalo), Pompange (Sulawesi Tengah), dan Jayawijaya (Papua).

e. Bukit dan Lembah

Bukit adalah bagian dari gunung yang mempunyai ketinggian antara 200 - 300 meter di atas permukaan air laut. Bukit lebih kecil dari gunung.

Lembah adalah bentuk muka bumi berupa cekungan yang terdapat di sekitar gunung atau pegunungan.

Ada pula lembah sungai yang terbentuk akibat adanya pengikisan bagian gunung oleh aliran air sungai.

Lembah sungai di pegunungan sangat terjal dan curam, lembah ini biasanya berbentuk seperti huruf V.

f. Tanjung

Tanjung merupakan daratan yang menjorok ke laut. Tanjung kadang disebut dengan istilah ujung. Tanjung yang luas disebut semenanjung.

Tanjung banyak dimanfaatkan untuk membuat pelabuhan. Contoh Tanjung Priok (DKI Jakarta), Ujung Kulon (Jawa Barat), Tanjung Perak (Jawa Tengah), dan Tanjung Batu (Kalimantan Timur).

g. Delta

Delta adalah daratan yang berada di tengah sungai. Biasanya di muara sungai.

Muara sungai merupakan pertemuan antara air sungai dan air laut. Contoh dari delta adalah Delta Sungai Bengawan Solo yang bermuara di Laut Jawa, dan Delta Sungai Mahakam di Kalimantan yang bermuara di Selat Makassar.


2. Kenampakan Alam di Perairan


Kenampakan alam yang ada di perairan antara lain sebagai berikut:

a. Pantai

Pantai adalah wilayah perbatasan antara daratan dan laut. Pantai ada yang landai ada pula pantai yang terjal.

Pantai landai adalah pantai yang bertemu dengan dataran rendah. Daerah pantai landai ini di tandai dengan banyaknya rumah-rumah nelayan.

Pantai terjal yaitu kawasan pantai yang bertemu langsung dengan perbukitan atau tebing karang.

Pantai dimanfaatkan sebagai tempat wisata, perikanan, budidaya rumput laut, mencari mutiara, dan hutan bakau. Selain itu, pantai juga dapat dimanfaatkan untuk tempat pelelangan ikan dan pembuatan garam.

Teluk, Tanjung, Delta dan Gosong (pulau yang tergenang ketika air laut pasang dan muncul ke permukaan ketika air laut surut) juga termasuk bentuk muka bumi pantai. Karena keberadaan mereka ini sudah masuk daerah pantai.

b. Sungai

Sungai banyak memberikan manfaat bagi manusia dan makhluk hidup lainnya. Sungai digunakan sebagai jalur perhubungan, sumber air untuk rumah tangga, budi daya ikan, serta dibendung untuk pengairan dan juga dimanfaatkan untuk pembangkit listrik tenaga air.

Di Indonesia banyak terdapat sungai besar,terutama di Pulau Sumatra dan Pulau Kalimantan.

Sungai yang terpanjang di Indonesia adalah Sungai Kapuas dengan panjang 1.086 km yang terletak di Provinsi Kalimantan Barat.

c. Danau

 Keragaman bentuk muka bumi di perairan berikutnya adalah danau.

(Kenampakan muka bumi: Danau Segara Anak di atas Gunung Rinjani, Lombok - NTB)

Danau merupakan daerah perairan yang terbentuk karena terisinya daerah cekungan oleh air.

Danau juga dapat diartikan genangan air yang amat luas yang dikelilingi daratan.

Danau dapat terbentuk secara alami maupun buatan (biasa disebut waduk). Di Indonesia danau dapat dijumpai dibanyak wilayah.

Danau-danau tersebut antara lain Danau Toba dan Singkarak di Sumatra, Danau Poso dan Tempe di Sulawesi, Danau Bratan dan Batur di Bali, Danau Panjai dan Tigi di Papua, Danau Kelimutu di Flores, Danau Segara Anak di Lombok, serta Danau Gunung Lamongan di Jawa Timur.

d. Selat

Selat adalah perairan atau laut sempit yang menghubungkan dua buah pulau. Indonesia mempunyai banyak sekali selat karena Indonesia adalah negara kepulauan.

Beberapa selat di Indonesia antara lain Selat Sunda, Karimata, Bali, Lombok, Makassar, Badung, Berhala, dan Flote.

e. Laut

Laut merupakan perairan yang luas dengan ciri airnya asin. Laut menghasilkan berbagai jenis ikan, udang, kerang serta lumput laut.

Laut dimanfaatkan juga untuk rekreasi dan transfortasi. laut yang sangat luas disebut samudra.

Contoh laut di Indonesia adalah Laut Jawa, Banda, dan Sulawesi. Contoh samudra adalah Samudra Hindia dan Pasifik.

f. Teluk

Teluk merupakan laut yang menjorok ke daratan. Teluk di Indonesia sangat banyak. Teluk dimanfaatkan untuk pelabuhan dan tempat wisata.

Contoh teluk di Indonesia adalah Teluk Penyu, Semarang, Cenderawasih, dan Bone.

g. Rawa

Rawa merupakan daerah yang digenangi air dengan tanah lumpur. Rawa biasanya terdapat di daerah pantai.

Keberadaan rawa sangat penting untuk mencegah kerusakan atau pencemaran lingkungan. Rawa harus dijaga kelestariannya.

BACA: STRUKTUR LAPISAN KULIT BUMI DAN PENJELASANNYA.

Judul: Keragaman Bentuk Muka Bumi
Sumber: Buku panduan pendidik IPS Terpadu kelas 7 SMP/MTs. JPBOOKS.

Related Posts:

Disqus Comments
© 2018 KuNyoba - Template Created by goomsite - Proudly powered by Blogger