Kehidupan Masyarakat Indonesia Pada Masa Prasejarah

Unsur-unsur Sistem Budaya Indonesia Purba


Pada materi hari ini kita akan mempelajari bagaimana laku kehidupan masyarakat Indonesia pada masa prasejarah.

Masa prasejarah atau masa praaksara atau masa nirleka merupakan suatu zaman yang cukup panjang yang dikenal oleh masyarakat purba.

Kehidupan Masyarakat Indonesia Pada Masa Prasejarah

Masa prasejarah diperkirakan mulai muncul pada zaman pleitosen, suatu masa yang diduga awal kehadiran manusia di bumi, kurang lebih tiga juta tahun yang lampau dan berakhir setelah manusia mulai mengenal tulisan (memasuki masa sejarah).

Masyarakat prasejarah adalah zaman dimana masyarakat belum mengenal tulisan (nirleka), belum mengenal bentuk huruf dan cara komunikasi di lakukan dengan cara serba primitif menggunakan simbol-simbol dan bunyi –bunyi yang sangat sederhana. Makanya masa-masa ini dikenal pula dengan masa praaksara, masa purba dan masa kegelapan dalam sejarah manusia.

Tidak atau tepatnya belum ada yang mengetahui secara pasti, bagaimana kehidupan masyarakat prasejarah ini sebenarnya. Karena bukti-bukti tentang keberadaan dan cara khidupan manusia purba ini masih sangat sedikit sekali yang berhasil ditemukan. Itu pun yang berhasil dikumpulkan banyak yang sudah rusak dan tidak bisa diteliti lagi.

Sumber sejarah yang hanya bisa ditelusuri untuk membuktikan keberadaan mereka hanya berupa fosil dan artefak.

Fosil adalah sisa-sisa kehidupan organik yang telah membantu karena proses kimiawi dan terdapat dalam lapisan tanah. Fosil berasal dari sisa-sisa tulang manusia, tulang binatang, tumbuhan-tumbuhan, kayu, dan hewan.

Artefak adalah alat-alat yang dibuat dan digunakan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Alat-alat tersebut terbuat dari batu, tulang, duri, tanduk, tanah, dan logam.

Peninggalan-peninggalan tersebut membuktikan bahwa masyarakat Indonesia pada masa prasejrah ini telah memiliki kebudayaan, yang terdiri atas beberapa unsur sistem berikut.

1. Sistem Kepercayaan


Aliran kepercayaan ini diperkirakan mulai dikenal oleh masyarakat Indonesia purba pada masa berburu dan mengumpulkan makanan. Bukti tentang ini berupa lukisan-lukisan cap tangan merah dan jari-jari yang diretangkan sebagai bentuk pemujaan pada dinding-dinding gua yang ditemukan di daerah Sulawesi Selatan.

Pemujaan ini bertujuan untuk penghormatan terhadap arwah nenek moyang yang telah meninggal. Di samping pemujaan terhadap roh nenek moyang ini, mereka juga memuja kekuatan alam.

Dari kepercayaan-kepercayaan inilah kemudian yang menyebabkan muncul kepercayaan yang disebut dengan kepercayaan dinamisme dan animisme. Kedua kepercayaan ini berkembang pesat pada zaman megalitikum dengan bukti ditemukannya bangunan-bangunan seperti dolmen, menhir, sarkofagus, waruga, kubur batu, dan punden berundak.

2. Sistem Kemasyarakatan


Setelah manusia mulai hidup secara berkelompok-kelompok maka sistem kemasyarakatan pun mulai terbentuk. Ini terjadi pada masa perundagian.

Sistem kemasyarakatan ini terbentuk karena mulai dirasakan perlu adanya aturan-aturan yang dibuat agar keharmonisan setiap kelompok masyarakat tetap terjaga. Karena itu masyarakat mulai merasakan juga perlunya seorang pemimpin yang akan bertugas menjamin terlaksananya kepentingan bersama itu.
 
Pemimpin kemudian ditentukan dengan menggunakan sistem primus interpares, yaitu memilih seorang pemimpin dari kaumnya dengan mencari seseorang yang memiliki kemampuan lebih dibanding yang lain (yang paling utama dari sesamanya).

Makanya karena itu pada masa perundagian telah terbentuk juga kelompok-kelompok masyarakat ahli sesuai dengan bidangnya.

3. Sistem Ekonomi


Sistem ekonomi juga mulai diterapkan dengan lebih teratur. Hubungan dagang mereka lakukan dengan sistem barter, yaitu pertukaran barang dengan barang.

Sistem barter ini muncul pada masa perundagian, karena tidak semua daerah dapat memenuhi seluruh kebutuhan hidupnya. Lagi pula setiap daerah mempunyai produk dan kebutuhan yang berbeda terhadap jenis barang atau hasil alam.

4. Sistem Bahasa


Walaupun sampai saat ini (perundagian), tulisan belum dikenal oleh masyarakat namun bahasa dan komunikasi sudah mengalami kemajuan yang baik. Bahasa yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia pada waktu itu adalah Bahasa Austronesia atau Bahasa Melayu Kepulauan Selatan.

Kelak pada zaman Kerajaan Sriwijaya, Bahasa Austronesia ini setelah mendapat pengaruh bahasa Sanskerta, menjadi bahasa resmi kerajaan tersebut, sebagai bahasa pergaulan dan perdagangan (lingua franca).

5. Sistem Pertanian


Sekarang kita telah tahu masyarakat sudah mulai menetap permanen sejak zaman batu muda (neolitikum) kecuali sebagian kecil saja yang masih berpindah-pindah (nomaden). Karena itu masyarakat mulai belajar dan mengembangkan sistem pertanian tetap. Dari sini kemudian muncullah sistem persawahan.

6. Sistem Pengetahuan


Masyarakat praaksara Indonesia sudah mengenal ilmu pengetahuan jauh sebelum kedatangan Hindu dan Buddha ke Indonesia. Pada zaman prasejarah itu, masyarakat Indonesia telah memanfaatkan angin muson untuk aktivitas pelayaran. Para pelaut nusantara juga telah mengenal dan menggunakan ilmu perbintangan untuk menentukan arah pelayaran yang mereka lakukan.

Selain ilmu pelayaran, masyarakat praaksara Indonesia juga mengenal kesenian dan ilmu teknologi, seperti teknologi peleburan bijih logam dan pembuatan alat-alat dari logam pada zaman perundagian (zaman logam) ini.

Itulah beberapa unsur sistem yang telah berkembang pada kehidupan masyarakat Indonesia pada masa prasejerah. Salam dan ayo, tetap semangat dalam belajar!

Related Posts:

Disqus Comments
© 2018 KuNyoba - Template Created by goomsite - Proudly powered by Blogger