Jenis-jenis Tanah, Pengertian dan Ciri-cirinya

Pengertian dan Ciri-ciri Tanah serta Macam-macam Tanah


Tanah adalah permukaan lapisan kulit bumi yang paling atas yang tersusun dari berbagai bahan organik yang telah mati dan anorganik atau batuan induk yang mengalami proses pelapukan hingga menjadi tanah.

Batuan induk atau anorganik sebelum membentuk tanah, terlebih dahulu mengalami pelapukan menjadi butir-butir kecil/halus yang disebut dengan regolith. Di mana kemudian regolith itu juga mengalami pelapukan dan melebur menjadi tanah.

Jika komposisi tanah lebih banyak berasal dari pelapukan batuan maka tanah yang dihasilkan adalah tanah mineral atau dengan kata lain tanah anorganik.

Sebaliknya, apabila bahan tanah kebanyakan dari jasad makhluk hidup (manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan) yang sudah mati, maka tanah yang dihasilkan adalah tanah organis.

Batuan Induk sebagaimana telah kita ketahui berasal dari magma yang mendingin kemudian membeku pada gang-gang atau korok dalam lapisan batuan, yang kemudian muncul ke permukaan karena adanya ekstruksi atau erupsi magma.


Adapun proses pelapukan dibedakan menjadi 3 macam.



1. Pelapukan Mekanis

Proses hancurnya batuan karena pengaruh suhu dan air hujan, atau sebagai akibat pemanasan dan pendinginan yang terus menerus. terhadap batuan.

Pergantian suhu antara dingin dan panas menyebabkan batu-batuan menyusut (dingin) dan mengembang saat panas menyebabkan batu-batuan menjadi hancur dan menjadi bahan tanah.


2. Pelapukan Kimiawi

Pelapukan kimiawi adalah peristiwa hancurnya batuan secara kimiawi, misalnya larutan batuan kapur oleh air hujan yang mengandung zat asam arang (CO2).

Pada gua-gua kapur pelapukan kimiawi ini dapat terlihat jelas dengan terbentuknya stalaktif dan stlagmite pada dinding-dinding gua.


3. Pelapukan Biologis

Proses hancurnya batuan akibat aktivitas makhluk hidup, seperti penghancuran oleh rayap dan akar tanaman yang mendesak ke permukaan dengan merusak lapisan tanah.

Kemudian setelah proses pelapukan terjadi, ada pula faktor-faktor lain yang mempengaruhi proses pembentukan tanah.


Faktor-faktor pembentuk tanah itu, antara lain:



a. Iklim

Iklim meliputi suhu udara, tekanan, kelembaban, angin, dan hujan.


b. Bahan induk

Bahan induk meliputi batuan, mineral-mineral, dan juga termasuk zat organik. Jadi bahan dasar tanah itu campuran dari batuan, mineral, zat makhluk hidup yang telah mengurai.


c. Organisme atau makhluk hidup

Segala akitivitas atau kegiatan yang dilakukan oleh semua makhluk hidup, baik itu manusia, hewan, maupun vegetasi atau tumbuhan.


d. Waktu

Jenis-jenis tanah juga banyak dipengaruhi oleh waktu yang dibutuhkan selama proses pembentukan lapisan tanah. Waktu juga dapat mempengaruhi banyak tidaknya kandungan dan unsur hara dalam tanah.


Baik sekarang kita masuk ke jenis-jenis tanah.

Sebenarnya jenis-jenis tanah itu banyak sekali macam dan ragamnya. Tetapi di sini kita akan sebutkan dan jelaskan hanya yang umum-umum saja.


Jenis-Jenis Tanah ada tujuh, yaitu:


1. Tanah Organik

2. Tanah Grumosol

3. Tanah Latosol

4. Tanah Andosol

5. Tanah Alluvial

6. Tanah Podsol

7. Tanah Laterit


Penjelasan dari masing-masing jenis tanah tersebut, sebagai berikut :


#1. Tanah organik


Tanah organik/gambut disebut juga tanah organosol dan histosol. Tanah ini terbentuk karena pembusukan kurang sempurna dari tumbuhan di daerah yang selalu tergenang air seperti di rawa-rawa.

Tanah ini memiliki unsur hara yang rendah karenanya kurang baik di manfaatkan untuk areal pertanian, tetapi masih bisa dimanfaatkan untuk jenis tanaman perkebunan.



Ciri-ciri umum tanah organik sebagai berikut:

- Perbedaan horizon tanah tidak jelas.

- Ketebalan lapisan lebih dari 0,5 meter

- Warna cokelat hingga kehitaman

- Tekstur debu lempung

- Tidak memiliki struktur/lapisan

- Tidak lekat - agak lekat

- Untuk tekstur lempung memiliki di atas 30% bahan organik dan tekstur pasir kandungan organiknya di atas 20%.

- Sifat sangat asam

- Unsur hara rendah.


Jenis tanah organik ini banyak terdapat di Sumatra, Kalimantan, dan Papua.


#2. Tanah Grumosol


Tanah ini termasuk jenis tanah vertisol karena memiliki kandungan lempung yang sangat banyak. Makanya tanah ini disebut tanah lempung. Tanah ini sangat baik untuk kerajinan tanah liat, seperti keramik, tembikar dan sebagainya.

Tanah grumosol terbentuk dari batuan induk batu kapur dan tuffa vulkanik dengan kandungan bahan organik yang rendah.

Tanah ini juga bukan termasuk jenis tanah yang subur, sehingga tanah ini hanya cocok untuk jenis tanaman palawija dan perkebunan.

Jenis tanah ini tersebar di daerah-daerah yang curah hujannya rendah (kurang dari 2500 mm/tahun), seperti di Jawa bagian timur, Madura, Nusa Tenggara, dan Maluku.


Ciri-ciri tanah grumosol :

- Profil tanah agak tebal.

- Tekstur lempung berat.

- Struktur kersai (granular) di lapisan atas gumpal hingga pejal di lapisan bawah.

- Sangat lekat ketika basah dan ketika kering sangat keras dan tanah retak-retak.

- Warna kelabu hingga hitam.

- Umumnya bersifat alkalis.

- Kejenuhan basa, dan kapasitas absorpsi tinggi.

- Permeabilitas lambat dan peka erosi.


#3. Tanah latosol


Jenis tanah latosol ini merupakan bentuk tanah yang paling banyak di Indonesia. Persebaran tanah ini merata di seluruh Indonesia.

Terutama di daerah yang basah dan lembab dengan curah hujan lebih dari 300 - 1000 cm. Tanah ini berasal dari batuan beku, sedimen, dan metamorf.

Kondisi yang lembab, dingin, dan sering tergenang air menyebabkan perkembangan tanah lambat.

Kadar humus latosol mudah menurun, dan memiliki fostat yang mudah bersenyawa dengan besi dan aluminium.

Jenis tanah latosol termasuk jenis tanah yang subur, sehingga sangat cocok untuk berbagai jenis tanaman, seperti padi, palawija, perkebunan karet dan kopi.


Ciri-ciri tanah latosol :

- Warna merah hingga cokelat dan kuning.

- Profil tanahnya dalam.

- Mudah menyerap air.

- Struktur tanahnya remah hingga gumpal.

- konsistensi gembur hingga agak teguh.

- Terdapat kandungan bahan organik dalam jumlah sedang

- pH netral hingga asam.


#4. Tanah andosol


Tanah andosol dikenal juga sebagai tanah vulkanis karena tanah ini terbentuk dari bahan abu vulkanik dan tuff.

Tanah ini sebagian besar terdapat di daerah lereng vulkanik, seperti di Sumatra dan Jawa.

Tanah ini pun merupakan jenis tanah yang subur sehingga sangat cocok untuk pertanian sayuran dan perkebunan.


Ciri tanah andosol antara lain :

- Merupakan jenis tanah mineral yang mengalami perkembangan profil.

- Solum agak tebal.

- warna coklat kelabu hingga hitam.

- Kandungan organik tinggi.

- Tekstur geluh berdebu.

- Struktur remah.

- Konsistensi gembur dan bersifat licin (smeary).

- Agak asam.

- Kejenuhan basa tinggi dan daya absorpsi sedang.

- Kelembaban tinggi.

- Permeabilitas sedang dan peka terhadap erosi.


#5. Tanah alluvial


Tanah alluvial biasanya mudah ditemukan di sepanjang lembah, bantaran sungai, muara sungai yang membentuk delta, kaki gunung, dan pada dataran yang sering dilanda banjir (flood plains).

Tanah alluvial merupakan tanah muda hasil pengendapan material halus aliran sungai.Karena butirannya yang halus tadi (lumpur) tanah ini mengalami erosi dan di endapkan di daerah dataran rendah. Tanah lumpur yang di endapkan tadi berasal dari batuan gamping dan vulkanis.

Kesuburan tanah alluvial beragam, mulai dari sedang sampai yang sangat subur. Tergantung pada sumber bahan asal aliran sungai.

Tanah ini juga sangat cocok untuk berbagai jenis tanaman mulai dari padi, palawija, tebu, kelapa, tembakau, buah-buahan, dan untuk tanaman perkebunan lainnya.


Adapun karakter tanah alluvial sebagai berikut:

- Berwarna kelabu dengan struktur sedikit lepas-lepas.

- Tidak mempunyai/belum ada struktur.

- Kondisi basah pekat.

- pH beragam

- Mudah tererosi.


#6. Tanah Podsol


Tanah podsol merupakan tanah yang bertekstur pasir dan kandungan bahan organik sedang. Jenis tanah ini banyak dijumpai di sepanjang sungai-sungai besar Sumatera, Kalimantan, dan papua.

Tanah podsol merupakan jenis tanah yang sangat baik untuk tanaman kelapa dan jambu mete.


Ciri-Ciri tanah podsol :

- Susunan horizon terdiri atas horizon albic (A2) dan spodic (B2H) yang jelas.

- Tekstur lempung hingga pasir.

- Struktur tanah gumpal.

- Konsistensi lekat.

- Kandungan pasir kuarsanya tinggi.

- Sangat masam.

- Kesuburan rendah.

- Kapasitas pertukaran kation sangat rendah.

- Peka terhadap erosi.


#7. Tanah laterit


Jenis tanah laterit ini merupakan jenis tanah yang kurang atau tidak subur. Persebaran tanah ini biasanya terdapat pada pegunungan yang hutannya sudah gundul, seperti di Jawa Timur, Jawa Barat, dan gunung gundul yang ada di Kalimantan Barat.

Tanah laterit dan tanah podzolik merah kuning termasuk kelompok tanah ultisol. Tanah laterit merupakan tanah hasil pencucian terus menerus oleh guyuran air hujan, sehingga unsur haranya menjadi hilang.

Ya, karena tanah laterit terbentuk karena suhu dan curah hujan yang tinggi dan terus menerus. Garam-garam dalam batuan larut oleh hujan besar, sehingga hanya menyisakan oksidasi besi dan aluminium.

Semua mineral yang larut tadi kemudian dibawa air ke tempat yang lebih rendah.

Peroses pencucian inilah yang kemudian menyebabkan tanah laterit kurang subur. Meskipun demikian tanah ini masih cocok untuk tanaman kelapa dan jambu mete.


Sumber:

Jenis-Jenis Tanah, Persebaran dan Pemanfaatannya - Blog Azanul Ahyan.

Related Posts:

Disqus Comments
© 2018 KuNyoba - Template Created by goomsite - Proudly powered by Blogger