SEJARAH SINGKAT ILMU FALAK


Sejarah Singkat Ilmu Falak


Apakah yang kamu ketahui tentang ilmu falak itu?


Ilmu falak adalah ilmu yang mempelajari benda-benda langit, seperti matahari, bulan, bintang, planet-planet dan benda-benda angkasa lainnya.

Pengetahuan tentang posisinya merupakan hasil pengalaman serta pengamatan yang dikerjakan berulang-ulang dengan bantuan alat-alat.

Ilmu ini diperkirakan pertama kali muncul pada ribuan tahun yang lalu, kurang lebih 3.000 tahun sebelum masehi di Kerajaan Babylonia. Kerajaan Babilonia terletak di antara Sungai Tigris dan Sungai Efrat (selatan Irak kini).

Ditemukan ada dua belas  gugusan besar bintang-bintang di cakrawala, yang oleh para ilmuan/pendeta Babilonia diimajinasikan sebagai satu lingkaran. Setiap gugusan bintang (zodiak) akan berlalu setelah 30 hari. Setiap satu bagian mereka namakan derajat.

Dari penemuan para pendeta Babilonia akhirnya lahirlah ilmu yang kita kenal dengan ilmu geometri dan matematika, ilmu ukur, dan ilmu hitung. Dengan menghitung jalannya bulan, dihasilkan hari, dengan menghitung jalannya matahari dihasilkan tanggal, bulan, serta tahun sehingga akhirnya terjadi ilmu penanggalan.

Pada masa keemasan kekaisaran Arab, bangsa Arab telah menjadi penghubung antara Kebudayaan Yunani kuno dan Kebudayaan Eropa Barat.

Pada waktu itu orang-orang Arab mempunyai sifat dan kepribadian yang murni, mereka menyakini bahwa manusia diciptakan semata-mata untuk mengabdi kepada Allah SWT.

Dengan keyakinan yang kuat ini, para ilmuwan Arab menggali kekayaan rohani bangsa Yunani berupa ilmu falak ini, kemudian mereka susun dengan memberi komentar sebaik-baiknya, tanpa memutarbalikkan kenyataan-kenyataan yang mereka peroleh dan disampaikan secara utuh kepada umat.

Mengapa Ilmu Falak ini begitu penting bagi ummat Islam?


Bagi orang Islam ilmu ini sangat penting terutama kaitannya dalam peribadatan ummat Islam. Itulah sebab kenapa para ilmuwan Islam sangat concern dengan ilmu ini.

Mereka para ahli dari kalangan Islam mengembangkan Ilmu falak untuk memduhkan kaum muslimin daam melaksanakan ketentuan-ketentuan agama Islam seperti salat lima waktu, penentuan arah kiblat, dan penentuan awal bulan Qamariyah (sistem penanggalan berdasarkan peredaran bulan mengelilingi bumi).

Bagi daerah yang baru diduduki oleh bangsa Arab/Islam harus pula segera ditentukan arah kiblatnya, terutama bagi daerah yang jauh letaknya.

Salah seorang ulama Islam yaitu Muhammad bin Musa al-Khawarizmi (780-850) adalah ahli ilmu falak terkemuka di seluruh dunia.

Hasil pemikiran beliau dituangkan dalam sebuah kitabnya yang berjudul Mukhtasar fi Hisab al-Jabr wa al-Muqabalah sekitar tahun 825 di Baghdad. Buku ini sangat mempengaruhi pemikiran cendikiawan-cendikiawan Eropa.

Kitab ini diterjemahkan sebagian ke dalam bahasa Latin oleh Robert Chester pada tahun 1140 dengan judul Liber al-gebras et almucabola.

Hingga saat ini, buku karya al-Khawarizmi ini dijadikan sebagai pegangan dalam menyelesaikan persoalan-persoalan aljabar. Al-Khawarimi dalam bahasa Inggris disebut dengan algorism (algoritme = urutan logis pengambilan putusan untuk pemecahan masalah).

Ilmu Perbintangan

Ilmu perbintangan bangsa Babylonia dibawa oleh pedagang-pedagang dari Funisia ke Yunani. Claudius Ptolemaeus (± 100-178) adalah salah seorang ahli dalam ilmu perbintangan (astronomi) dan geografi.

Buku peninggalan Calaudius Ptolemaeus yang disalin ke bahasa Arab dinamakan Ptolemy’s Almagest, kata-kata Yunani yang diarabkan dengan merangkai al pada kata magest yang artinya “usaha yang paling besar.”

Pengaruh Islam Arab begitu besar dalam sains ini, banyak nama-nama dari rasi bintang yang diberi nama Arab sampai saat kita sekarang ini. Pemberian nama ini oleh ulama-ulama Arab dan masih digunakan oleh para ilmuwan astronomi modern.

Misalnya: 


  • Aldebaran (Alpha Tauri) = ad-Duburan (Dua Buntut); 
  • Mirfaq = Mirfaq (Siku); 
  • Rigel (Beta Orionis) = Rijl (kaki) yaitu bintang di kaki Orion;
  • Zubeneljanubi = Anak Selatan; 
  • Markab = Kendaraan; 
  • Altair (Alpha Aquilae) = at-Tair (Burung); 
  • Alnoth = Tanduk; 
  • Kochab = Kaukab (Bintang); 
  • Alphardn= al-fard (Sendirian); 
  • Betelgeuse (Alpha Orionis) = Bait al-Jauza’ (Rumah Kembar), 
  • Fomalhaut (Alpha Piscis Austrini) = Famu al-Huut (Mulut Ikan); 
  • Diphda = Diphda’ (Katak), 
  • dan lain-lain.


Ilmu falak atau astronomi pertama kali digali, dikembangkan oleh ulama-ulama Islam dan kemudian disebarkan ke seluruh dunia.

Ilmu falak sebenarnya merupakan peninggalan kuno orang-orang Yunani. Tapi hanya ulama-ulama Islamlah yang mampu mengembangkannya dan menyempurnakannya seperti saat ini.

Ilmu falak ini kemudian dari Spanyol (waktu masih menjadi dinasti Islam) menyebar ke daratan Eropa. Pada waktu itu orang-orang Eropa banyak yang pergi menuntu ilmu ke Spanyol seperti di Sevilla, Granada, dan Cordoba.

Setelah itu para ilmuwan Eropa kembali menyelidiki dan mempelajari buku-buku Phytagoras (± 580-500 SM), Claudius Ptolemaeus, dan lain-lain, dan dengan demikian berakhirlah masa gelap gulita (Dark Age) di Eropa (400-1000).

Ahli ilmu falak modern Eropa yang sangat terkenal ketika, bernama Nicolaus Copernicus seorang Polandia yang hidup sekitar tahun 1473 s/d 1543.

Teori Copernicus yang sangat terkenal sampai sekarang adalah: "bahwa bumi bersama planet-planet lainnya berputar mengelilingi matahari (heliosentris)".

Pendapat sebelumnya yang dipegang oleh kalangan gereja dan bangsa Eropa adalah bahwa bumi tetap di tempatnya dan merupakan pusat (geosentris) benda-benda langit lainnya.

Itulah kemudian yang menjadi sebab seorang penemu teleskop Galileo Galilei (1564 - 1642) yang dengan teleskopnya  kemudian menguatkan pendapat teori Heliosentris ini dianggap seorang pendosa (ahli bid'ah) oleh gereja Katolik. Dia kemudian ditangkap dan dijatuhi hukuman mati oleh Inkuisisi Roma (sejenis kuasa pengadilan gereja) dengan cara kedua tangan dan kakinya diikat pada dua ekor kuda yang ditarik bersama-sama.

Demikianlah pembahasan kita mengenai Sejarah Singkat Ilmu Falak. Semoga bermanfaat.

Artikel menarik berikutny: Sisi Terunik dari Kota Atlantis.

Related Posts:

Disqus Comments
© 2018 KuNyoba - Template Created by goomsite - Proudly powered by Blogger